Monday, July 22, 2019

Dampak Buruk Sedotan Plastik Bagi Lingkungan Sekitar


Kampanye untuk menghentikan penggunaan sedotan plastik terus dilakukan. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh kalangan aktivis namun sudah mulai diterapkan di berbagai bisnis retail makanan. Penggunaan sedotan plastik memang memberikan dampak kerusakan lingkungan yang cukup besar. Bahkan, beberapa literasi juga menyebutkan bila sedotan plastik akan membuat kondisi lingkungan menjadi lebih buruk karena ukuran yang dianggap terlalu kecil. Hal itu akan memberikan pengaruh terhadap proses daur ulang sampah plastik. Ini juga yang membuat banyak kalangan mulai memperhitungkan dampak buruk sedotan plastik.

4 dampak buruk sedotan plastik yang harus kamu tahu

Kantong plastik sangat mudah ditemukan di berbagai tempat yang menjual makanan. Selain harganya yang dianggap murah, sedotan plastik ini juga mudah untuk digunakan dalam berbagai kegiatan. Namun, sedotan plastik juga dianggap memiliki potensi yang sangat besar untuk merusak lingkungan. Bila kamu menjadi bagian dari masyarakat yang peduli terhadap lingkungan cobalah untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik. Bila perlu tidak lagi menjadikan sedotan plastik untuk jangka waktu yang lebih lama. Berikut ini kamu bisa mengenali dampak buruk sedotan plastik seperti:

1. Sedotan plastik mudah terabaikan karena ukuran kecil

Salah satu dampak buruk sedotan plastik yang sering terjadi adalah mudah terabaikan di pembuangan terakhir. Ukuran yang terlalu kecil dan berat yang dianggap terlalu ringan dari sampah plastik memang memberikan dampak negative. Sedotan plastik akan mudah terabaikan di pembuangan terakhir. Kadang-kadang, sedotan plastik juga akan terbuang begitu saja dari tempat daur ulang yang seharusnya. Hal ini tentu saja akan memberikan pengaruh buruk bagi lingkungan di sekitar pembuangan sampah. Sedotan plastik akan tertimbun begitu saja tanpa harus melalui proses daur ulang yang memang sesuai prosedur.

2. Membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai

Kamu harus tahu bahwa sedotan plastik membutuhkan paling tidak sekitar 200 tahun untuk terurai kembali. Seorang peneliti yang masuk bagian dari keanggotaan Plastic Ocean Project mengungkapkan bahwa kandungan kimia dan bahan baku pada sedotan plastik akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Bahkan, sering kali hal ini menjadi mimpi buruk bagi lingkungan sekitar pembuangan dari sedotan plastik. Ini juga yang membuat banyak sedotan plastik ditemukan di pinggir pantai.

3. Mengandung bahan kimia berbahaya

Sebenarnya dampak buruk sedotan plastik juga hampir sama dengan kemasan bahan baku plastik lainnya. Namun, kandungan kimia yang ada di sedotan plastik akan membahayakan lingkungan dan makhluk hidup yang menggunakannya. Sedotan plastik akan bersentuhan langsung pada jenis nutrisi cair seperti minuman secara berulang kali. Hal ini yang membuat kandungan kimia pada bagian dalam sedotan plastik akan terkikis secara perlahan dan masuk ke dalam pencernaan tubuh makhluk hidup. Bahkan, kandungan kimia sedotan plastik yang terbuang di daerah sungan hingga laut juga bisa mencemari dalam waktu yang sangat lama.

4. Membahayakan makhluk hidup lain

Sedotan plastik juga sangat berbahaya bagi makhluk hidup lainnya bila dibuang secara sembarang. Ini yang sering kamu temui saat berada di tepi pantai. Banyak pihak tidak bertanggungjawab yang membuang sampah sedotan plastik di tengah laut. Hal itu akan memberikan dampak buruk bagi habitat laut. Misalnya saja ukuran yang kecil pada sedotan plastik akan membuat beberapa hewan seperti kura-kura hingga ikan berukuran besar menganggap bahwa itu sebagai dari rantai makanan. Bila ini terus dibiarkan maka akan memberikan efek pada kesehatan hewan laut itu juga.